Selasa, 12 April 2016

Hidup yang dipelihara Tuhan ( Mazmur 55:22 , Amsal 3:5 , Matius 6:33, 1 Petrus 5:7 )

Salam sejahtera untuk kita semua,


Saya adalah anak ke-2 dari seorang ibu yang single parent,  kami mengontrak disebuah rumah diperkampungan di Jakarta utara ,  ibu saya bekerja jualan dan saya sendiri juga jualan tetapi lewat internet. Hidup kami bisa dibilang pas-pasan saja karena kalau dilihat pendapatan jualan ibu saya yang maksimal hanya 50ribu dalam sehari sudah langsung habis,  ini karena anak pertama ibu saya juga seorang pengangguran dan perokok pula,  jadi bisa kita tebak mengapa uang hasil kerja ibu saya cepat habis. Penghasilan saya sendiri bisa dibilang tidak menentu, kalau iklim ekonomi sedang baik penghasilan saya juga baik, tetapi pada akhir tahun 2015 sampai 3bulan dari tahun 2016 , iklim ekonomi di Indonesia sedang buruk, ini bisa dilihat dari berita-berita di media dan juga dari kawan-kawan saya ngobrol mengenai lesunya dunia usaha.  Hal tersebut juga berdampak  bagi saya karena selama 6-7 bulan saya hanya bisa mendapat uang paling banyak hanya 1juta saja, tentu saja ini tidak cukup kalau dihitung untuk biaya harian apalagi ditambah harus mengumpulkan uang kontrakan berikutnya sebesar 6Juta ,  minimal saya harus nabung 500ribu/bulan. Untungnya saya masih ada sisa tabungan dari hasil nabung saya pada saat usaha saya lagi baik.

Kekhawatiran akan penghasilan saya yang sekarang ini membuat hidup saya "menggantung" di sisi lain saya masih percaya kepada Tuhan, di sisi lain saya sering bertanya kepada Tuhan , "bagaimana ini Tuhan, apakah saya akan seperti ini terus?"  Sedangkan biaya hidup semakin bertambah tetapi pendapatan malah menurun.  Walaupun kelihatannya dari luar saya tidak stres tetapi didalam saya sebetulnya agak stres juga karena memikirkan hal tersebut.  Saya berdoa seperti biasanya , tetapi pembeli pun tidak muncul dalam sehari ,  apakah doa saya tidak didengar Tuhan ?  saya semakin bingung !.

Akhirnya pada suatu waktu ketika saya tidur ( kondisi di alam bawah sadar ), ada seperti suara yang saya dengar,  "Bukankah hidup lebih penting daripada makanan dan pakaian ?" ,  lalu seketika itu suara itu langsung hilang dan saya membuka mata dan berbicara kepada Tuhan dalam hati saya , " Tuhan , saya mengerti hidup memang lebih penting daripada makanan dan pakaian , tetapi saat ini bukan hanya makanan dan pakaian saja yang saya perlukan tetapi tempat tinggal.  Kemudian saya lanjutkan dengan menaikan doa Bapa Kami.

Kemudian saya mencari ayat tentang Kekuatiran di Alkitab di HP saya , disana saya temukan ayat yang menguatkan hidup saya sekaligus menegur saya  yaitu di kitab  Mazmur 55:22 yang berbunyi : Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau ! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.  Setelah saya membaca ayat tersebut saya merasa bahwa saya ditegur keras oleh Tuhan , apakah hidup saya ini sudah benar dihadapan Tuhan?? pada saat itu saya langsung berdoa kepada Tuhan dan mengakui bahwa hidup saya ini memang belum benar kepada Tuhan.   Saya merasa bersalah ketika saya meminta ini-itu kepada Tuhan sedangkan hidup saya belum benar di hadapan-Nya.

Dari ayat kitab Mazmur tersebut , saya akhirnya ditunjukan sendiri oleh Tuhan bagaimana janji Tuhan kepada orang-orang benar ,  Ia akan memelihara kita !.   Saya yakin dan percaya bahwa tidak ada suatu keanehan apapun dalam hidup kita seolah-olah ini kita adalah Orang yang "sial" hidupnya, hanya kita belum mengerti dan memahami betul apa yang firman Tuhan katakan.  Kadangkala kita merasa bahwa hidup kita ini sudah benar, tapi itu menurut kita sendiri bukan menurut Tuhan,  maka itu ada ayat yang berbunyi :  Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri  ( Amsal 3 : 5 ) ,  Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Matius 6:33).  

Pada akhirnya Janji Tuhan itu ya dan amin, asalkan hidup kita benar dihadapan-Nya.  Maka didalam Firman Tuhan sendiri dikatakan :  Ujilah aku , Firman Tuhan semesta alam !.


-Tuhan Yesus memberkati-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar